Ringkasan Dasar-Dasar Ilmu Politik (DDIP)

Pendahuluan

Permasalahan kesejahteraan termasuk didalamnya permasalahan kemiskinan, kelaparan, ketimpangan pendapatan penduduk merupakan salah satu tanggung jawab sebuah negara. Hal ini berkaitan dengan bagaimana pemerintah menerapkan kebijakan perekonomian negara. Oleh sebab itu seringkali permasalahan ekonomi ini mempengaruhi keberlangsungan sebuah pemerintahan. Pemerintah seringkali menjadi berkurang legitimasinya di masyarakat akibat perekonomian negara yang memburuk—harga-harga meningkat dan pengangguran dimana-mana

  • Sebaliknya seringkali ketika ekonomi baik dan mendukung peningkatan kesejahteraan rakyat, maka dengan sendirinya pemerintahan akan mendapatkan dukungan dari masyarakat.
  • Berbeda dengan Aristotle, yang melihat government, society dan economy, sebagai bidang yang terpisah, Adam Smith, David Ricardo, John Stuart Mill dan Karl Marx melihat keterkaitan antara Ekonomi-Politik. Pada saat itu orientasi ekonomi-politik berkaitan dengan bagaimana seharusnya pemerintah memunculkan kesejahteraan.

EKONOMI POLITIK

  • Merupakan sub-bidang studi dari ilmu politik yang terfokus pada bagaimana negara dan ekonomi saling berinteraksi.
  • Ekonomi politik melihat bagaimana ekonomi mempengaruhi negara (misal: bagaimana ekonomi berpengaruh dalam pemilihan ekonomi) dan bagaimana negara mempengaruhi perekonomian.
  • Keterkaitan antara negara dan ekonomi ini pada saat ini sangat kuat, bahkan bagi kaum konservatif sekalipun, keterlibatan negara tetap diperlukan dalam ekonomi.(tokoh mana yg diterapkan di kontemporer ini??)
  • Dalam pandangan Phillips Shively, keterkaitan antara politik dan ekonomi sering menggunakan asumsi yang sama dalam perilakunya.
  • Asumsi rasionalitas yaitu “individu membuat keputusan dalam rangka memaksimalkan tujuannya” dengan kata lain individu bertindak dalam upaya mencapai tujuan atau sekumpulan tujuan dan mereka akan berupaya dgn strateginya untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Asumsi rasionalitas ini juga seringkali digunakan dalam politik seperti keterlibatan konstituen dalam pemilihan umum atau individu sebagai aktor rasional membentuk organisasi massa untuk melakukan tindakan bersama.

 

Hubungan antara Negara dan Pasar

  • Dalam melihat hubungan antara negara dan pasar ini paling tidak dapat dijelaskan melalui tiga perspektif yaitu:

–        Perspektif Liberal (neo-liberal) melihat bahwa tatanan ekonomi muncul sebagai hasil dari  bekerjanya pasar yang secara relatif tidak ada campurtangan negara, dan dituntun oleh rasionalitas individu.

–        Perspektif Mercantilism dimana negara terlibat dalam mengatur perdagangan internasional serta menjamin kesejahteraan

–        Perspektif Marxism beranggapan bahwa kebijakan negara dan pemerintah memilih mencerminkan kepentingan mereka yang memiliki alat-alat produksi

  • Bentuk hubungan antar negara dan pasar menyebabkan munculnya persaingan antara dua sistem ekonomi yang seringkali mencerminkan pula spektrum struktur politik negara.
  • Kapitalisme seringkali tidak saja dianggap sebagai sistem ekonomi tetapi juga dianggap sebagai ideologi yang mengagungkan hak individual terutama berkaitan dengan kepemilikan pribadi dan nilai-nilai kompetitif. Begitu pula dengan Sosialisme yang sering dianggap sebagai nilai-nilai (values), teori dan paham.
  • Ekonomi Kapitalis:

–        Alat produksi umumnya di pegang oleh sektor private

–        Kehidupan ekonomi diatur oleh prinsip pasar

–        Self-interest  dan memaksimalkan keuntungan merupakan motivator utama.

  • Ekonomi Sosialis:

–        Sistem Produksi untuk memenuhi kebutuhan manusia

–        Alat produksi umumnya dimiliki oleh sektor publicà  memunculkan ekonomi terpimpin

–        Organisasi ekonomididasarkan pada perencanaan, terutama berkaitan dengan alokasi sumberdaya.

–        Kerja sama sebagai motivator untuk mencapai kesejahteraan bersama

  • Aspek dari ekonomi-politik yang paling tampak adalah kebijakan perekonomian yang dibuat sebuah pemerintahan.
  • Masyarakat perduli terhadap perekonomian negara pada umumnya karena berkaitan dengan dua hal:

–        Kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi sebagai performance dari ekonomi

–        Distribusi keuntungan ekonomi (bagaimana keuntungan ekonomi itu dapat dirasakan oleh semua orang secara adil)

  • Negara bertanggungjawab untuk membuat fungsi ekonomi berjalan dengan baik, melalui: pertumbuhan ekonomi, inflasi dan pengangguran, dan pemerataan distribusi ekonomi.

Pertumbuhan Ekonomi

  • Keberhasilan sebuah pemerintahan seringkali dinilai dari pertumbuhan perekonomiannya yang stabil dan cepat.
  • Ukuran tentang kestabilan pertumbuhan ekonomi ini dapat dilihat dari

–        Per capita income

–        Gross domestic product (per capita GDP)

  • Ukuran kesejahteraan masyarakat dan pertumubuhan ekonomi di setiap negara sangat beragam bahkan perbandingan GNP antara negara maju (swissà $43.060 dibanding ethiopia à $100 pertahun)
  • Faktor perbedaan ini antara lain disebabkan antara lain perbedaan SDA (Saudi Arabia); atau masa pembangunan yang panjang (Canada/USA). akan tetapi seringkali à faktor kebijakan ekonomi pemerintah.
  • Peran pemerintah dalam masalah ekonomi (pro and con)
  • Mengapa Pemerintah menyerahkan kebijakan ekonomi pada pasar bebas à gov merupakan arena politikà siapa yang dominan akan memiliki kecenderungan menggunakan kontrolnya untuk menggunakan uang publik (pajak) bukan untuk investasi, melainkan untuk menjaga dukungan publik bagi pemerintahan dengan kegiatan yang tidak mendorong munculnya produktivitas masyarakat (rent) àsubsidi.
  • Import-substitution industrialization, merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang sering menghambat pertumbuhan ekonomi di negara berkembang, dimana muncul kecenderungan untuk menciptakan industri dalam negeri yang tidak kompetitif. Tidak didorong untuk kompetitif ekspor

Inflasi dan Pengangguran

  • Inflasi secara umum dapat dikatakan sebagai peningkatan harga-harga barang.
  • Beberapa hal yang menyebabkan inflasi antara lain:

–        Money to spend à akibat defisit pengeluaran oleh pemerintah yang tidak seimbangàmonetarism (Friedrich von Hayek)

–        Supply of thing à kelangkaan barang tertentu

–        Monopolies à monopoli memberikan kemungkinan bagi perusahaan atau kelompok untuk menaikkan harga.

  • Terjadinya inflasi akan sangat mempengaruhi masyarakat, tidak saja berkaitan dengan kesejahteraan tetapi juga pola perilaku sosial-budaya maupun politiknya.
  • Oleh sebab banyak faktor yang menyebabkan inflasi, seringkali pemerintah tidak mampu mengontrol inflasi tersebut selain menyerahkannya pada pasar bebas.
  • Pengangguran merupakan situasi ketika kebutuhan lapangan kerja tidak mencukupi bagi semua angkatan kerja yang ada. Hampir semua sistem ekonomi menghadapi permasalahan ini.
  • Pengangguran mempengaruhi masyarakat antara lain karena:

–        Hilangnya social respect à tindak kriminal

–        Ekonomi yang tidak efisien

  • Permasalahan pengangguran ini sangat terkait dengan inflasi à mencegah inflasi àmenaikkan suku bunga à penurunan aktifitas ekonomi à peningkatan pengangguran

Distribusi Ekonomi

  • Permasalahan terpenting untuk melihat kesejahteraan masyarakat, bukan semata melalui pertumbuhan ekonomi (performance) melainkan juga yang tidak kalah penting adalah berkaitan dengan distribusi keuntungan ekonomi bagi semua pihak.
  • Pemerintah memegang peranan dalam menciptakan kesetaraan distribusi dalam ekonomi yang adil, antara lain melalui:

–        Subsidi dan bantuan khusus bagi kelompok masyarakat miskin

–        Menerapkan sistem pajak progresif.

  • Negara miskin biasanya memiliki keterbatasan dan beban ketidaksetaraan (inequality)  distribusi yang besar dibandingkan negara maju.
  • Pada banyak kasus sistem demokrasi dianggap lebih berpihak pada kebijakan kesejahteraan sosial, karena pada negara demokratis, pemerintah bertanggungjawab pada masyarakat secara umum.
  • Seringkali ketimpangan income terjadi pada semua sistem baik politik maupun ekonomi. Akan tetapi pada negara yang memiliki income tinggi lebih memungkinkan untuk mempertahankan otoritas politik dan kepentingannya.

Bank Sentral

  • Salah satu institusi yang membantu pemerintah menjaga fungsi ekonomi berjalan sesuai adalah Bank Sentral.
  • Bank sentral merupakan bentukan pemerintah untuk membantu transaksi, kordinasi kebijakan perbankan, dan mengontrol suku bunga (untuk memperbanyak atau menarik uang dipasaran).
  • Karena dibentuk oleh negara maka Bank Sentral merupakan badan publik, tingkat otonominya dari politik pemerintahan sangat beragam untuk semua negara.
  • Pada negara tertentu Bank Sentral dikontrol pemerintah, pada negara lain mungkin sangat independen.
  • Bank sentral yang otonom sangat diperlukan terutama ketika berhadapan dengan permasalahan inflasi, yang membutuhkan keputusan-keputusan yang tidak populer. Ada anggapan kedekatan hubungan antara Bank Sentral dengan penguasa politik akan menyebabkan ketidak bebasan Bank sentral dalam menahan inflasi.

Korupsi

  • Korupsi di masyarakat merupakan salah satu kondisi ekonomi-politik yang mempengaruhi fungsi ekonomi.
  • Korupsi dapat diartikan sebagai suatu penyimpangan atau perubahan yang dilakukan sehingga tidak mencapai tujuan yang sebenarnya.
  • Secara khusus dalam politik adalah ketika perilaku aparat dalam menjalankan tugas publiknya tidak sesuai dengan ketentuan, untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
  • Korupsi sendiri bisa bersifat politik/public policy (konstituen yang menjual suaranya) atau berkaitan dengan uang dan keuangan (mark up) à ekonomi-politik.

Poverty (kemiskinan)

  • Konsepsi kemiskinan yang didasarkan pada The monetary-based  sudah ham,pir berlaku universaldiantara negara dan organisasi internasional sejak tahun 1945
  • Kemiskinan (Poverty) diartikan sebagai kondisi yang dialami oleh manusia –mayoritas adalah perempuan—dimana mereka umumnya tidak memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan material dasarnya.
  • Negara maju (Developed countries) menganggap kemiskinan berada diluar mereka dan merupakan karakteristik dari negara dunia ketiga (Third World). Pandangan ini telah memberikan justifikasi bagi negara maju untuk membantu “membangun” negara dunia ketiga melalui upaya integrasi dalam pasar global.
  • Akan tetapi, kemiskinan seperti ini juga banyak muncul pada beberapa sektor dari populasi di beberapa negara utara sebagaimana juga di Negara Dunia Ketiga, sehingga kategorisasi secara tradisional menjadi tidak lagi relevan
  • Sebuah pandangan alternatif terhadap kemiskinan  yaitu dengan lebih menekankan pada kesenjangan akses pada masyarakat –sumberdaya, ikatan kemasyarakatan dan nilai-nilai spiritual.
  • Kemiskinan menjadi agenda politik global pada awal abad 21.

 

Development (Pembangunan)

  • Pada tahun 1945 AS mendapatkan carte blanche untuk membuat sebuah tatanan ekonomi liberal melalui sebuah sistem Bretton Wood. Pilar dari ekonomi liberal yang dikembangkan dari sistem ini adalah IMF, World Bank, and the GATT (WTO).
  • Perang dingin telah menstimulasi kompetisi antara Barat dan Timur untuk mendapatkan sekutu dibeberapa negara berkembang. Kebanyakan dari negara-negara berkembang tersebut akhirnya menerapkan sistem ekonomi internasional Barat, dan pembangunan yang dilakukan dalam konteks sistem tersebut seperti: didasarkan pada pertumbuhan dalam pasar bebas, tetapi juga menekankan peran dari negara dalam mendorong pembangunan.
  • Kemajuan dicapai pada tahun 1980, mengacu kepada kriteria pembangunan yang orthodoxdidasarkan pada GDP per capita, pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi.
  • Walaupun terdapat pencapaian pembangunan, akan tetapi muncul kesenjangan yang cukup besar antara mereka yang sangat kaya dan yang sangat miskin dalam populasi dunia, dan beberapa negara berkembang yang maju pada tahun 1990an memiliki jumlah hutang lebih besar dibandingkan pada tahun 1980an
  • Kebanyakan dari negara-negara bekas blok timur atau Dunia Kedua , saat ini dipandang dalam masa ekonomi transisi dari ekonomi yang terencana ke ekonomi pasar bebas, setelah mengalami penurunan perekonomian praktis negara-negara tersebut masuk pada kategori Dunia Ketiga
  • Pemikiran tentang efek Trickle-down, telah dianggap tida berhasil, dimana diakui bahwa pertumbuhan ekonomi hanya dapat mengurangi kemiskinan jika disertai dengan kebijakan ekonomi dan sosial tertentu.
  • Pengakuan terhadap kegagalan pandangan  pertumbuhan ekonomi sebagai dasar indikator dari pembangunan mendorong UNDP memunculkan pengukuran pada Index Pembangunan Manusia (Human Development Index) untuk mengukur pembangunan sebuah negara melalui indikatorlongevityeducation, dan average purchasing power.
  • Strategi pengurangan kemiskinan nasional, merupakan sebuah respon terhadap kegagalan pemikiran pembangunan orthodox, terutama berkaitan dengan kepemilikan nasional dan kebijakan
  • Teori Dependensi melihat kegagalan negara-negara dunia ketiga, merupakan akibat dari kebijakan orientasi ekspor, dan pasar bebas yang justru meningkatkan kesejahteraan negara barat dan kaum elit di selatan

 

A critical alternative view of development  

  • Selama dua dekade kebelakang, muncul perdebatan mengenai bentuk pembangunan yang sebenarnya.
  • Pandangan alternatif tentng pembangunan muncul didasarkan pada upaya transformasi kekuasaan yang eksisting mempertahankan status quo. Struktur kekuasaan ini menyebar dari tingkat lokal hingga global dan mereka saling terkait satu sama lain
  • Lembaga-lembaga “akar rumput” cenderung mendorong pembangunan atas dasar kontrol dan pemberdayaan lokal. Pembangunan dalam pandangan alternatif ini dapat dilihat memberikan fasilitas bagi kemajuan komunitas dalam pandangannya sendiri
  • Dengan demikian pembangunan dalam pandangan alternatif menginginkan adanya peningkatan partisipasi komunitas, pemberdayaan, kesetaraan, kemandirian dan keberlanjutan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s