Hukum Penawaran

Ø PENAWARAN

 Penawaran (supply) adalah jumlah barang/jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh para penjual pada tingkat harga tertentu dan waktu tertentu .

Berdasarkan referensi dari N. Gregory Mankiw dan beberapa referensi lain,Faktor-faktor  terpenting dalam penentuan penawaran antara lain :

– Harga barang itu sendiri.

– Harga barang-barang lain yang berkaitan erat dengan barang tersebut.

– Biaya produksi.

– Tujuan-tujuan operasi perusahaan tersebut.

– Tingkat teknologi yang digunakan.

Dalam analisis mengenai penawaran akan dilakukan analisis satu

per satu faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran. Dengan memisalkan faktor-faktor lain dianggap tetap (ceteris paribus), maka analisis yang utama adalah

“penawaran suatu barang terutama dipengaruhi oleh harga (ada hubungan tingkat

harga dengan jumlah barang yang ditawarkan penjual)”.[1]

Penawaran didefinisikan sebagai kuantitas barang yang ditawarkan di pasar

pada berbagai tingkat harga. Hukum penawaran menyatakan :

bila harga sesuatu

barang meningkat, maka produsen akan berusaha meningkatkan jumlah barang yang

dijualnya. Sebaliknya, jika harga turun, produsen cenderung akan mengurangi

jumlah barang yang dijual.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran, diantaranya:

Biaya produksi
Harga bahan baku yang mahal akan mengakibatkan tingginya biaya produksi dan menyebabkan produsen menawarkan barang dalam jumlah terbatas untuk menghindari kerugian karena takut tidak laku.

Teknologi
adanya kemajuan teknologi akan menyebabkan pengurangan terhadap biaya produksi dan produsen dapat menawarkan barang dalam jumlah yang lebih besar lagi.Harga barang pelengkap dan pengganti. Apabila harga barang pengganti mengalami kenaikan maka produsen akan memproduksi lebih banyak lagi karena berasumsi konsumen akan beralih ke barang pengganti karena harganya lebih murah.

Pajak (tax)
semakin tinggi tarif pajak yang dikenakan akan berakibat naiknya harga barang dan jasa yang akan membawa dampak pada rendahnya permintaan konsumen dan berkurangnya jumlah barang yang ditawarkan.

Perkiraan harga barang di masa datang (Ekspektasi)
Apabila kondisi pendapatan masyarakat meningkat, biaya produksi berkurang dan tingkat harga barang dan jasa naik, maka produsen akan menambah jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Tetapi bila pendapatan masyarakat tetap, biaya produksi mengalami peningkatan, harga barang dan jasa naik, maka produsen cenderung mengurangi jumlah barang dan jasa yang ditawarkan atau beralih pada usaha lain.

 

Tujuan dari perusahaan
Bila perusahaan berorientasi untuk dapat menguasai pasar, maka dia harus mampu menekan harga terhadap barang dan jasa yang ditawarkan sehingga keuntungan yang diperoleh kecil. Bila orientasinya pada keuntungan maksimal maka perusahaan menetapkan harga yang tinggi terhadap barang dan jasa yang ditawarkannya.

 

TEORI PENAWARAN

Permintaan hanya akan terpengaruhi bila para penjual dapat menyediakan

barang-barang yang diperlukan. Hal ini akan mempengaruhi tingkah laku penjual

dalam menyediakan atau menawarkan barang-barang yang diperlukan masyarakat di

pasar serta menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan penawaran

barang yang akan dijual.

 

PENGARUH FAKTOR BUKAN HARGA TERHADAP PENAWARAN

Dalam kenyataan banyaknya penawaran terhadap sesuatu barang juga

ditentukan oleh banyak faktor lain. Oleh sebab itu dalam melakukan analisis

mengenai teori penawaran, juga perlu melakukan analisis bagaimana faktor penting

lainnya dapat mempengaruhi penawaran, antara lain :

Harga Barang Lain

Apabila terjadi kenaikan harga pada barang lain, konsumen akan membeli barang

yang mempunyai fungsi yang sama dengan harga yang terjangkau, kenaikan

permintaan ini akan mendorong produsen untuk menaikan produksi dan

penawarannya.

– Biaya untuk Memperoleh Faktor Produksi

Kenaikan pengeluaran faktor produksi (biaya produksi) akan berakibat

mengurangi keuntungan suatu perusahaan, sehinga mereka akan melakukan

efisiensi atau pindah ke usaha lain. Tindakan ini dapat mengurangi penawaran

dalam suatu kegiatan ekonomi tertentu.

– Tujuan-Tujuan Perusahaan

Tujuan-tujuan yang berbeda dari setiap perusahaan untuk memaksimumkan

keuntungan, menimbulkan efek yang berbeda terhadap tingkat produksi. Dengan

demikian penawaran sesuatu barang akan berbeda sifatnya bila terjadi perubahan

dalam tujuan yag ingin dicapai perusahaan.

Tingkat Teknologi

Kenaikan produksi dan perkembangan ekonomi yang sangat pesat dapat

disebabkan oleh penggunaan teknologi yang semakin modern. Penggunaan

teknologi dapat mengurangi biaya produksi, mempertinggi produktifitas,

mempertinggi mutu barang dan menciptakan barang-barang yang baru, sehingga

menimbulkan efek : produksi dapat ditambah dengan cepat dan biaya semakin

murah. Jadi kemajuan teknologi dapat menimbulkan kenaikan penawaran.

Diantara harga dan kuantitas yang ditawarkan terdapat hubugan yang disebut Hukum Penawaran (Law Of Supply) . Oleh karena itu, untuk dapat lebih memahami Hukum Penawaran, kita juga perlu menganalisis hubungan antara HARGA DAN PENAWARAN

Dalam hukum penawaran dijelaskan bahwa suatu pernyataan yang

menjelaskan tentang sifat hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang

tersebut yang ditawarkan para penjual.

Jadi hukum penawaran pada hakekatnya adalah hipotesis yang menyatakan

“makin tinggi harga suatu barang, maka semakin banyak jumlah barang tersebut

akan ditawarkan oleh para penjual dan sebaliknya makin rendah harga suatu barang,

maka semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.

 

Ø HUKUM PENAWARAN.

Hukum penawaran berbunyi :

”Bila tingkat harga suatu barang mengalami kenaikan , maka kuantitas barang yang ditawarkan akan naik pula , dan bila tingkat harga suatu barang turun maka jumlah barang yang ditawarkan akan turun .[2]

Dalam hukum penawaran jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus dengan tingkat harga, di hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.

Sementara dalam defenisi yang lebih sederhana, Gregory Mankiw Dalam bukunya, Pengantar Ekonomi : Edisi kedua, menjelaskan bahwa Hukum Penawaran Berbunyi : “Dengan menganggap hal lainnya tetap, ketika harga barang meningkat, maka kuantitas barang yang ditawarkan akan meningkat”.[3]

Dari bandung diberitakan oleh Harian Kompas pada 12 November 2010, bahwasanya para pedagang Arang menambah drastis stok dagangannya. Karena permintaan Arang biasanya naik 100 persen setiap menjelang Idul Adha kendati Harganya Juga meningkat. Lalu , dari Kalimantan Selatan dilaporkan bahwa Harga jual karet mentah saat ini Rp 14.000 per kilogram di tingkat pabrik, sedangkan harga beli pedagang di petani Rp 10.000—Rp 12.500 per Kg. Petani setempat tidak tahu persis penyebab membaiknya harga . Menurut salah seorang petani yang sekaligus tokoh masyarakat Desa Warukin Kecamatan Tanta , membaiknya harga karet sudah mulai terjadi sejak dua bulan lalu. Tanggap terhadap hal ini, para petani pun meningkatkan produksinya dengan menambah pohon-pohon karet baru guna memaksimalkan keuntungan yang di dapat.

Sementara dari Jakarta, harga beras melambung tinggi. Dalam sepekan harga beras melonjak Rp 400 per kilogramnya. Salah seorang pedagang menilai hal ini dinilai tidak wajar karena menurutnya untuk sampai naik Rp 400 harusnya butuh waktu dua pekan. Bahkan menurut pengakuan pedagang di Pasar Induk Cipinang, harga jual saat ini merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Kendati demikian permintaan terhadap beras tetap meningkat menjelang Idul  Adha, apalagi beras merupakan bahan pokok masyarakat Indonesia. Hal ini juga mendorong para produsen untuk mengoptimalkan produksinya , agar keuntugan yang didapat juga meningkat drastis.

Jika diperhatikan, ketiga kasus di atas merupakan bentuk dari Hukum Penawaran. Yakni, tatkala harga meningkat,  kuantitas barang yang di tawarkan kian meningkat pula. Permintaan bahan pangan pokok terutama beras memang selalu meningkat pesssrmintaanya menjelang hari-hari besar seperti Idul Fitri, Idul Adha dan Bulan Ramadhan. Hal ini menyebabkan ‘shortage’, yaitu keadaan dimana kuantitas yang diminta lebih besar dari pada kuantitas yang ditawarkan

Contoh:

hubungan antara harga beras dan jumlahnya yang akan dijual oleh Ibu Nina, maka ia berencana sebagai berikut:

  • bila harga satu karung beras Rp. 450.000 maka ia akan menjual sebanyak 10 karung
  • bila harga satu karung beras Rp. 500.000 maka ia akan menjual sebanyak 15 karung
  • bila harga satu karung beras Rp. 600.000 maka ia akan menjual sebanyak 20 karung
  • bila harga satu karung beras Rp. 650.000 maka ia akan menjual sebanyak 25 karung

Kurva penawaran adalah kurva yang menunjukkan hubungan berbagai jumlah barang dan jasa yang ditawarkan oleh produsen pada berbagai tingkat harga. Kurva ini akan menghubungkan titik-titik koordinat pada sumbu harga (sumbu Y) dengan sumbu jumlah barang (sumbu X). Contoh: jumlah pakaian batik yang ditawarkan Ibu Nina pada berbagai tingkat harga.

Kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas, artinya apabila harga beras naik maka jumlah  beras yang ditawarkan ikut mengalami kenaikan. Dari contoh di atas dapat dilihat, bila harga beras dari Rp.500.000 menjadi Rp. 650.000 maka terjadi penambahan penawaran sebanyak 10 yaitu dari 15 menjadi 25.

Bagaimana Harga Meningkat

Keinginan tanpa batas dan kelangkaan sumber daya ini menimbulkan kebutuhan

akan harga. Harga melambangkan nilai kelangkaan suatu barang, dan

biasanya menggunakan suatu media yang disebut uang.

Untuk dapat ikut serta dalam proses ekonomi untuk mendapatkan sebuah

Barang  / jasa, seseorang harus memiliki kemampuan dan kemauan

menggunakan uang yang dimiliki untuk memenuhi harga barang tersebut.

Oleh karenanya, harga meningkat menjelang langkanya suatu barang seperti BBM, dan bahan pangan menjelang Hari-hari besar tersebut. Jadi Harga sangat berperan dalam mengendalikan Permintaan.

Selanjutnya akan terjadi  konflik karena kelangkaan sumber daya, dan menimbulkan persaingan.

Kekuasaan, bila diterapkan dengan keras , bisa menyelesaikan konflik

Ekonomi , tetapi akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi yang tidak

memiliki kekuasaan.

Dari masalah-masalah diatas akan menimbulkan berbagai masalah yang kita

rasakan sekarang seperti : pengangguran, kemiskinan, inflasi, distribusi, krisis

ekonomi , kriminalitas , dll .

“Meningkatnya harga juga disebabkan menigkatnya biaya Faktor Essensial Produksi,  yaitu: kemampuan usaha (enterpreneurial ability) , tenaga kerja  (labor) , modal (capital) , dan sumber daya alam (natural resources).

Dua yang pertama adalah human resources , dua yang terakhir adalah property resources.”[4]

Bagaimana kuantitas Barang Yang Ditawarkan Meningkat

Seperti yang kita ketahui sebelumnya , ada beberapa faktor yang menentukan kuantitas barang yang ditawarkan, yaitu : Harga , Harga Input, Teknologi , dan Ekspektasi.

Harga. Ini adalah salah satu faktor yang paling berperan dalam Hukum Penawaran.  Seperti yang dikatakan Mankiw dalam bukunya, ketika harga suatu barang tinggi, menjual barang tersebut akan sangat menguntungkan. Oleh karena itu , pada saat harga beras, arang dan karet mentah meningkat, penawaran dari pedagang juga meningkat untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar juga. Sebaliknya jika harga bahan-bahan tersebut rendah, keuntungan yang didapat akan semakin rendah pula.


[1] Teori Organisasi Umum, hal III-2.

[3] Mankiw N Gregory, 2003. Pengantar Ekonomi.(Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama).

[4] Jurnal, Pengantar Ilmu Ekonomi: Dasar-dasar Ilmu Ekonomi, hal 3.sss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s