Sidang Paripurna Kenaikan Harga BBM 2012

Bahan Bakar Minyak

Setelah unjuk rasa yang berakhir ricuh disejumlah daerah, dan puncaknya terjadi di depan gedung DPR pada 30 Maret 2012 (dimana berlangsungnya sidang rapat Paripurna sejak pukul 10 Pagi, untuk menetapkan kenaikan BBM). Unjuk rasa yang berakhir ricuh ini, berlanjut dengan pelemparan Bom Molotov oleh massa. Hal ini memaksa aparat keamanan untuk membubarkan masa dengan menembakkan gas air mata. Pasca ricuh, beberapa sumber mengatakan kondisi di depan gedung DPR kondusif.

Marzuki Ali memimpin rapat paripurna terpaksa memperpanjang waktu sidang, karena tidak kunjung ditemuinya kesepakatan antara 2 opsi:

Opsi 1: Tidak ada kenaikan BBM

Opsi 2: Dalam Hal harga rata-rata minyak Indonesia dalam kurun waktu 6 bulan berjalan mengalami kenaikkan 15%,Pemerintah berwenang menyesuaikan harga (apakah menaikkan atau menurunkan BBM. (Pasal 7 ayat 6(a)))

Ini artinya tidak satupun diantara Opsi tersebut yang menyatakan kenaikkan BBM secara langsung. Opsi kedua yang menyatakan kenaikkan 15 % juga disesuaikan dengan keadaan global.

Perselisihan, cenderung terjadi diantara partai Koalisi dan opposisi. Hingga akhirnya dengan pemungutan suara (voting) ditentukan, Opsi 1 dipilih oleh 82 orang, sementara Opsi 2 dipilih oleh 356 orang. Kesenjangan suara yang jauh memicu bebrapa pihak untuk menyerah dan meninggalkan rapat (Walk Out). Hanura, lalu PDI-P pun bergiliran meninggalkan ruang sidang dengan meminta “Maaf” kepada rakyat.

Hal ini disambut dengan celoteh anggota sidang lain yang mengatakan “Kampanye 2014 nanti..”. Hal ini dibalas lagi dengan permintaan dari salah satu anggota yang tidak setuju dengan kenaikkan BBM (memilih opsi 1) yang mengajukan pada pemimpin rapat (Marzuki Ali) untuk menyebutkan siapa-siapa saja yang memilih Opsi 1 dan 2. Ini sama saja meminta empati masyarakat untuk pro-opsi 1 dan merusak citra pro-opsi2.

Salah satu anggota sidang dari Fraksi PAN yang menyatakan bahwa dirinya Pro-Opsi2 dan mengharapkan masyarakat agar memahami dasar dibalik diambil opsi ini oleh pemerintah. Tindakan yang sangat berani tentunya, yang bisa saja menentukan opini publik yang negatif terhadapnya nanti.

Menteri keuangan melalui pidato nya yang saya saksikan di TV One, bisa ditangkap beberapa hal yang mendorong diambilnya kebijakan tersebut, diantaranya: Kesinambungan Fiskal Masa panjang dan Asumsi dasar ekonomi makro. Sebenarnya bukan itu saja, tapi karena keterbatasan informasi saat ini, Cuma itu yg bisa saya sampaikan.

Dengan Ketuk palu oleh Marzuki Ali, secara sah Opsi 2 telah disetujui oleh seluruh anggota dewan dipersidangan. Ada ketentuan pemerintah tidak bisa menaikkan harga BBM tidak bisa menaikkan harga BBM sepanjang tahun 2012. Ini semua tergantung dengan harag minyak dunia nantinya.

Ya, kenaikan BBM ditunda. Tapi patut diketahui bersama, dan mungkin sebagian kita memang sudah tahu bahwa Subsidi tidak berkurang, namun bertambah. Jika tidak dilakukan penaikan harga BBM, dipastikan anggaran akan membengkak dan mungkin saja akan digunakan dana dari alokasi bidang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s