TIPS : Menyampaikan Ucapan Ulang Tahun | Mengucapkan Ulang Tahun Penuh Kesan


Selamat Datang. Bisa sampai ke tulisan ini berarti ada anak desperate yang bingung mau negasih kesan baik ke sahabat atau orang tersayang lainnya. Ini post pertama sejak fokus ke Tulisan terberat kuliah, Skripsi. Jadi, tulisannya ga akan bagus-bagus banget. Dulu juga begitu sih, makanya baca dong. Udah ah basa-basinya. Ini beberapa tips, Trik, teknik yang bisa dipakai untuk menyampaikan ucapan selamat ulang tahun | selamat menikah, wisuda dsb | atau mau nembak orang juga bisa (posting ttg cara mengungkapkan cinta pernah HT loh di Kaskus, Trust me. Ooh, poor me). Tulisannya sedikit dulu, nanti ditambahin Trik2nya kalo udah kepikiran,…. dan udah sarapan.

Ucapan Ulang Tahun Lewat KOTAK DIALOG WINDOWS.

Oke, Biar jelas, berikut hasil akhirnya.

Tampilan 1: BUKA/OPEN dulu Hasil Kerjanya

Tampilan 1: BUKA/OPEN dulu Hasil Kerjanya

Tampilan 2: KOTAK DIALOG WINDOWS akan terbuka. Ada Instruksinya. Lalu Ketik sesuai Arahan

Tampilan 2: KOTAK DIALOG WINDOWS akan terbuka. Ada Instruksinya. Lalu Ketik sesuai Arahan

Tampilan 3: Kalau bisa melakukan hal sederhana itu dengan baik, nanti Kotak Dialog berisi Pesan spesial akan muncul

Tampilan 3: Kalau bisa melakukan hal sederhana itu dengan baik, nanti Kotak Dialog berisi Pesan spesial akan muncul

Tampilan 4: TAPI. Kalau dia tidak melakukan instruksi dengan benar, Maka KotAK dialog GAGAL akan terlihat seperti ini. Ga perlu panik, buka lagi File tadi, ulangi, coba terus, kasian loh yang bikin udah capek, eh gagal. PARAH

Tampilan 4: TAPI. Kalau dia tidak melakukan instruksi dengan benar, Maka KotAK dialog GAGAL akan terlihat seperti ini. Ga perlu panik, buka lagi File tadi, ulangi, coba terus, kasian loh yang bikin udah capek, eh gagal. PARAH

Nah. Itu dia hasilnya kalau sudah berhasil kamu buat.  Sederhana kan, tapi lebih komunikatif ketimbang pesan Heh, HBD ya. WYATB”, “Yoi, Makasih”.

Caranya:

TAHAP 1: Buka “Notepad”, kemudian Copy Paste hal berikut:

Dim Jika

Jika = InputBox (“Doraemon, 14 November, 2015. Selamat Ulang Tahun. Ini adalah pesan dari orang-orang yang dimana kamu berperan bagi kebahagian mereka. Ketik saja Angka orang tersebut, kalau tidak bisa, pecahkan saja monitornya biar ramai, biar gaduh sampai jauh. WKWKWK. 1. Rocky Permata Putra | 2. Rifnia Anugerah Utami | 3. Pujianto Wijaya | 4. Natya Eka Putri | 5. Desmarnov Tirto Pamangin | 6. Ferry Christanto | 7. Johaness Muli | KETIK <angka> , Lalu OK atau Enter. Ngerti kan? Ngerti ya.. Coba”)
If UCase(Jika) = “1” Then
MsgBox “Rocky Permata Putra: Doraemon, lo kok ulang tahun. Ga bosen diulang-ulang? Yah, gw gak mau ngomong apa-apa. Gw ga suka sih umur lo nambah, nanti sisanya mengurang. Tapi Stand By Me sih ga asik banget, gw bisa nulis cerita ending lebih bagus buat lo, tapi yaudah lah. udah kejadian gaperlu dibahas. Tapi kok bisa ya filmnya begitu doang. Anw, selamat ulang tahun, ini buat contoh tutorial aja kok mau ditaro di blog, lumayan viewersnya”
ElseIf UCase(Jika) = “2” Then
MsgBox “Rifnia Anugerah Utami: Hahaha, pura-puranya gw refi nih. Mbak doraemon, selamat ulang tahun ya, nanti tak bawain bika dari ambon. tapi aku belum move on, gimana dong mbak? sedih. #curcol”
ElseIf UCase(Jika) = “3” Then
MsgBox “Pujianto Wijaya: Menurut Lo? ”
ElseIf UCase(Jika) = “4” Then
MsgBox “Natya Eka Putri: Ihihihih”
Else
MsgBox “Wah, bego banget. Dijelasin simple gitu masih gak ngerti. Lo salah masukin KODE tuh. ketik Angkanya aja, udah ENTER. Masa ga bisa? Coba lagi ya.”
End If

Keterangan:

  • JIKA=INPUTBOX (“….<pesan utama>..“) = Ini untuk menyampaikan pesan utama.
  • ElseIf UCase(Jika) = “2” Then
    MsgBox “Rifnia Anugerah Utami: Hahaha, pura-puranya gw refi nih. Mbak doraemon, selamat ulang tahun ya, nanti tak bawain bika dari ambon. tapi aku belum move on, gimana dong mbak? sedih. #curcol
  • Kalau yang Else if itu, untuk JAWABAN PILIHANYA. Kamu bisa ganti ANGKA menjadi HURUF atau KATA. Bebas. Itu yang harus diketik oleh TARGET Nanti. makin simple makin bagus. Sementara MsgBox “….”  Itu jawaban Pilihanya. Buat aja ELSEIF UCase nya sebanyak yg diinginkan, Cukup ganti ANGKA nya.
  • ELSE ini buat yang gagal melakukan instruksi, nanti pesan dialog yang muncul sesuai yang ada dalam [ MsgBox “…” kalo udah, tinggal Enterm nanti keluar sendiri

TAHAP 2: GANTI ISI TEKS Sesuai yang Diinginkan

TAHAP 3: SAVE sebagai ALL FILES. Kemudian pada NAMA FILE beri extenssion .vbs  DIUJUNGNYA

TAHAP 4: LANGSUNG DICOBA SETELAH MEMBACA

Kalau ada yang kurang jelas silahkan kontak Author blog, lewat komen ataupun twitter. Terima Kasih

Ucapan Lewat Metode Klasik SMS / CHAT FB | Media Chat Lain

Nanti ya dilanjutin tulisannya

Kirim Video Kompilasi

Nanti ya dilanjutin tulisannya, Bye

Penyebaran Temuan Pengetahuan Kepada Masyarakat Untuk Mendorong Sistem Demokrasi yang lebih tepat sasaran


Era globalisasi yang (bisa dibilang) suskes meningkatkan hubungan diantara entitas-entitas dunia menjanjikan banyak hal, diantaranya adalah meningkatnya Inovasi ide-ide yang ada. Ini dimungkinkan dengan semakin mudahnya informasi, gagasan, ide bahkan gossip menyebar dari suatu tempat (ruang) ke ruang lain didunia dalam waktu yang sangat sedikit (efisien).

Kita mengenal berbagai profesi dan minat dalam kehidupan ini, tapi untuk pembahasan lebih lanjut tentang tulisan ini, saya akan coba menggolongkannya kedalam 3 kategori, yakni:

  1. Pemerintah
  2. Masyarakat, dan
  3. Ilmuan (Scientist).

Tiga status profesi  ini diambil untuk melihat bagaimana nilai-nilai Demokrasi (yang kata’nya’ baik) bisa dimaksimalkan sebagaimana ia diharapkan. Demokrasi sejak dulu berbicara soal “oleh rakyat, untuk rakyat” , nah, agar tidak sekedar menjadi tagline yang bagus, tentu kita harus telaah lebih jauh ‘akar’ dari sistem pemerintahan ini, yakni Rakyat/ Masyarakat.

Rakyat, dalam demokrasi procedural, bisa memilih langsung “takdirnya”, lewat pemilihan umum. Namun, tetap saja, takdir yang dikehendaki satu orang akan berbeda dengan yang lain, begitulah pandangannya diimplementasikan dalam pilihannya pada PEMILU. Sebagian ada yang rela memilih seekor kadal sekalipun, jika dibayar. Ada juga yang berpikir matang tentang seberapa besar pilihanya mampu MEMBERI dirinya, lebih dari jumlah “politik-uang” itu, lewat kemakmuran (prosperity). Ada juga yang mengawang-ngawang, maksudnya ia memposisikan diri sebagai orang yang harus memilih, tapi tidak tahu apa-apa soal pilihannya, tapi, setidaknya ia lebih baik dari masyarakat yang tidak memilih alias GOLPUT (Golongan Putih).

Kenapa “Pengetahuan” (secara luas), bukan sekedar “Pengetahuan Politik”, kalau memang Cuma untuk Demokrasi?

Dalam proses politik, terutama pengambilan keputusan, kita mnegenal yang namanya input (masukan) berupa aspirasi masyarakat, baik lewat survey, lembaga politik, LSM dan sebagainya. Keputusan yang diambil pemerintah pun tidak tertutup pada urusan yang high politics saja.  Misalnya dalam pemberantasan kemiskinan, dimana saat ini pemerintah mulai bergerak dengan pendekatan yang lebih efektif, tidak lagi sekedar memberikan BLT (Bantuan langsung tunai) atau Operasi Pasar. Ada upaya-upaya untuk meningkatkan budaya ekonomi Indonesia, diantaranya membagun jiwa entrepreneur (kewirausahaan), lewat program-program pemerintah. Nah, untuk menetaskan kebijakan ini, pengetahuan politik hanya sedikit perannya, sedangkan disiplin lain banyak member sumbangan terhadap program ini, diantaranya Psikologi, ekonomi, dan sosiologi.

Begitupun dengan perusahaan dan institusi swasta, dalam pengambilan keputusannya, ia tidak melulu melibatkan satu unsur disiplin ilmu. Dengan kata lai, wawasan luas akan memberikan kesempatan kita untuk lebih mampu menemukan celah dalam menyelesaikan sebuah masalah. Itulah pentingnya pengetahuan yang luas dalam pengambilan keputusan di system demokrasi, untuk memperkaya khasanah perspektif kita dalam memandang suatu fenomena nasional.

  • Kebodohan Mencederai Demokrasi

Menyerahkan suatu keputusan pada masyarakat sebagai wujud nyata dari demokrasi adalah hal yang tepat, namun belum serta merta mampu menghasilkan keputusan yang tepat. Tingkat pendidikan yang menjadi indikator wawasan/pengetahuan individu berpengaruh signifikan pada keputusan bersama yang dihasilkan dalam demokrasi. Untuk individu yang tidak memiliki pengetahuan/wawasan yang memadai, suaranya mungkin hanya dihargai sangat kecil olehnya. Sedangkan bagi individu yang memiliki pengetahuan tinggi, terlebih individu tersebut merupakan seorang ilmuan, maka suaranya bernilai sangat berharga, hal ini dikarenakan ia mampu mempertimbangkan pilihannya secara matang beserta konsekwensi yang akan diterimanya dengan memberikan pilihan tersebut. Kendati kedua individu ini dilihat tidak memiliki penghargaan yang sama besar terhadap proses demokrasi, namun dalam demokrasi keduanya memiliki suara yang sama nilainya.

Keputusan satu individu yang dipertimbangkan secara matang, akan terciderai oleh suara atau pilihan dari individu yang tidak begitu hirau atau peduli dalam proses demokrasi. Dalam hal ini, terlihat pentingnya sosialisasi politik. Selain itu, sewajarnya masyarakat untuk mengetahui apa yang seharusnya didapatkan (hak) dalam proses demokrasi yang mengoptimalkan campur tangan rakyat dalam pengambilan keputusan.

  • Komunikasi antara sumber informasi , mediator dan penerima (pembaca)

 

Dalam bab 7 buku Scientist and the media, tulisan tersebut memaparkan bab Scientist as Citizen. Bagian ini membahas tentang efektifitas pengendalian kesadaran masyarakat lewat campur tangan media. Ilmuan atau peneliti, banyak menemukan fakta-fakta baru tentang kehidupan, sebuat saja golbal warming.

Diceritakan dalam artikel tersebut, suatu situasi dimana seorang jurnalis bertanya, “apakah benar hal seperti ini yang menyebabkan global warming?” (memeragakan menyemprot deodoran). Situasi ini kurang lebih menggambarkan kesenjangan dalam tingkat kepedulian satu orang dengan lainnya. Individu yang perduli pasti akan mencari penyebab dari global warming, hingga kepada hal-hal kecil yang bahkan tidak dirasa oleh orang lain sebagai ancaman. Sedangkan yang lain yang tidak perduli, bahkan tidak tahu zat pendingin dalam AC dan kulkas menyumbang peran besar untuk menjebol lapisan ozon yang melindungi bumi.

Seseorang dengan pengetahuan lebih, mengetahui ancaman dan kesempatan yang lebih luas akan suatu hal atau fenomena. Misalnya, seorang wanita yang takut dengan serangga tomcat, karena ia melihat temannya terkena infeksi dari serangga itu. Bisa saja wanita itu menjadi takut ketika melihat semut yang menyerupai tomcat. Sedangkan orang lain, yang sama sekali tidak tahu, entah itu wujudnya atau dampak yang bisa diakibatkan racunnya, ia tidak akan begitu peduli jika ada tomcat hinggap ditubuhnya.

“Untuk berpikir sama seperti saya, anda harus memiliki wawasan yang sama, sehingga membentuk pandangan (persepsi) yang sama pula”,Begitulah persepsi ancaman bagi orang bisa terasa berbeda.

Sekarang, global warming bukanlah maslaah bagi suatu individu, kelompok, atau bangsa saja. Seperti namanya, ia masalah bagi dunia secara keseluruhan, bukan hanya manusia. Tapi, sebagai makhluk yang (merasa) berada dipuncak rantai makanan dan paling ber-akal diduna ini, manusia punya andil yang besar dalam mengahadapinya.

Sayangnya, karena wawasan yang tidak merata itulah, tidak semua orang merasakan ancaman global warming sama hebatnya. Beberapa upaya untuk menyadarkan masyarakat dunia sudah dilakukan oleh lembaga-lembaga pecinta lingkungan, organisasi non provit, lewat kampanye kampanye diseluruh dunia. Lalu, apakan ini hanya masalah segelintir orang tersebut saja? Kenapa sebagian besar lagi masih santai disepan sofa dengan TV 90 inci menyala, air yang terus melimpah dikamar madinya, dan lampu menyala diseluruh ruangan. Apa karena ia merasa tidak akan hidup cukup lama untuk merasakan dampak buruk global warming? Atau mungkin ia membayar pajak berlebih sehingga tanggung jawabnya terhadap dunia dan lingkungan diserahkan kepada pemerintah?

Kalau ia sadar, bahwa masalah kolektif, paling efektif diselesaikan secara kolektif pula. Dibutuhkan kesadaran dari tingkat terkecil kehidupan sosial, yakni individu. Misalnya, jika tiap satu orang mematikan lampu bertegangan 35 watt dalam waktu 1 menit, sedangkan penduduk dunia berjumlah 10 milyar, maka kita menghemat 35 miliyar watt pada masa itu. Beda halnya jika satu bangsa mematikan seluruh listriknya selama satu bulan, energy yang dihemat belum bisa menyamai penghematan dunia dalam 1 menit saja. Mungkin itulah yang mendasari kampanye lingkungan hingga melahirkan “earth hour”.

Terlepas apakah global warming itu merupakan sesuatu yang sangat nyata dan murni atau sebenarnya mempunyai agenda politik dibaliknya, kita sudah seharusnya mengetahui ancaman yang ada. Karena hamper setiap interaksi dilandaskan pada kepentingan. Keputusan paling bijak adalah memiliki pengetahuan itu sendiri untuk membangun keyakinan yang absolute atas suatu fenomena.

  •  Pengetahuan dan Power (Discourse of Power)

Diskursus power dari Foucault, tampaknya cukup menyadarkan kita akan pentingnya memiliki wawasan yang luas, bahkan sebagai warga Negara (saja) sekalipun. Foucault menekankan hubungan antara Kekuasaan dan pengetahuan sebagai suatu hal yang sangat berkaitan. Kekuasan menurut Foucault tidak selalu negatif. Kekuasaan justru dapat menjadikan sesuatu yang produktif. Misalnya seseorang yang kritis dan mempertanyakan semua aturan justru lahir dari dampak pengetahuan dan kekuasaan yang represif/otoriter. Kemudian kekritisan itu melahirkan pemikiran baru tentang pengetahuan dan kekuasaan yang baru pula. Foucault menjelaskan bahwa dengan adanya kekuasaan maka akan menimbulkan resistensi perlawanan. Sehingga resisten dalam bentuk perlawanan itu justru lahir dari kekuasaan itu sendiri.

Menurut Foucault, hubungan antara pengetahuan dan power sangat dekat. “Pengetahuan adalah kekuasaan”, yang berarti pengetahuan adalah instrument atau alat kekuasaan, walaupun keduanya hadir secara terpisah. Pokok pemikiran Foucault ini adalah bahwa, setidaknya dalam studi mengenai kehidupan manusia, tujuan power (pengaruh, kekuasaan) dan pengetahuan tidak dapat dipisahkan. Dengan mengetahui kita mengendalikan, dan dalam mengendalikan kita tahu (Stanford Encyclopedia of Philosophy, 2013).

Sedangkan dalam HI, kita tahu barat selama beberapa decade berada dalam masa kejayaannya. Bahkan pengetahuan dan ilmu Hubungan Internasional sendiri lahir dari barat, dengan gagasan-gagasan dari barat. Padahal, untuk interaksinya, hubungan internasional telah terjadi, mungkin beratus-ratus atau beribu-ribu tahun lamanya. Akibatnya, barat bisa mengendaliakn dengan membentuk norma-norma serta aturan hubungan antar bangsa sejak saat itu. Dimulai dari konsep nation state, syarat berdirinya suatu Negara, hukum internasional, konvensi-konvensi perang, hukum diplomatic dan konsuler, dan sebagainya.

Hal yang sama terjadi dalam HI dari sudut pandang teoritis. Pemikir-pemikir besar HI awalnya kita kenal berasal dari barat. Padahal, ada banyak tokoh non-barat dibalik gagasan-gagasan itu, namun tidak terekspose. Semakin kesini, pengetahuan dan ilmu HI semakin beragam sumbernya, tidak lain adalah karena mulai merata dan bangkitnya power-power dari dunia ketiga, setidaknya itulah yang saya amati sebagai buah pikiran Foucault tentang genealogi studi HI. Jadi, jika tidak mau dikendalikan oleh pandagan barat (others), bangunlah pandangan sendiri dengan memiliki pengetahuan sendiri. Inilah yang harus kita manfaatkan dalam keunggulan system demokrasi yang kita anut.

Daftar Pustaka

“Exploding Sensation of Sumateran Intimacy” in Danau Toba, North Sumatera


Danau Toba. Dengan luas 1265 KM Kubik, dan sebuah pulau (Samosir) ditengahnya, terlihat jelas bahkan dalam peta nasional yang menampakkan Indonesia dari Sabang, Sumatera hingga Marauke, Papua. Wajar jika ia dinobatkan sebagai Danau Terbesar di Asia Tenggara

Danau Toba 

“Exploding Sensation of Sumateran Intimacy”

Danau toba yang terletak di Sumatera utara merupakan danau terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara, dan merupakan destinasi wisata terbesar ketiga di Indonesia (Luasnya 1.265 KM (sumateraecotourism.com)). Danau yang terbentuk dari proses ledakan gunung Supervolcano ini, telah menjadi ikon sumatera utara sejak dulu. Proses terjadinya danau ini merupakan salah satu ledakan gunung terbesar dalam sejarah, dimana ledakan Supervolkano menyusutkan hingga 60 % jumlah populasi manusia saat itu.

Sambutan kera-kera liar dipinggir jalan, penjual buah-buah segar yang menjajakan buah dengan ditandu dikepala, toko aksesoris dan hidangan-hidangan khas dari danau ini menjanjikan kepuasan travelling bagi siapapun yang singgah atau sekedar mampir ke kawasan danau ini. Sejak berpuluh-puluh tahun lalu, Kota Parapat dan jalan dipinggir danau seluas lebih dari 1000 KM ini telah menjadi jalan lintas sumatera (JALINSUM) utama dari utara (Medan, Aceh) ke provinsi lain diselatan sumatera, seperti Sumbar, Bangka, Riau, Sumsel, Palembang dsb. Jadi tidak heran kalau sejak dulu, Danau Toba telah didengar namanya dimana-mana.

Seekor monyet yang diambil gambarnya dengan kamera Ponsel diatas mobil yang sedang berjalan.

Seekor monyet yang diambil gambarnya dengan kamera Ponsel diatas mobil yang sedang berjalan.

Seekor monyet yang diambil gambarnya dengan kamera Ponsel diatas mobil yang sedang berjalan.

Seekor monyet yang diambil gambarnya dengan kamera Ponsel diatas mobil yang sedang berjalan.

Air danau yang jernih memungkinkan kita melihat jelas hingga ke kedalaman 5 meter dibawah permukaan. Itulah pula sebabnya, atraksi lempar koin oleh turis asing –untuk ditangkap/dicari oleh anak-anak kecil disana—masih bisa dilakukan. Bahkan jika sedang beruntung, kita bisa menangkap ikan-ikan sambil menyelam dipinggir danau.

Yang pasti memorable, dan sangat diwajibkan adalah membawa keluarga ketempat ini. Disekitar danau mudah ditemui hotel-hotel dan penginapan, baik yang berbintang hingga konsep villa sekalipun. Dimalam hari, berlatar gemerlapnya lampu-lampu hotel dipinggir danau, cukup menyaksikan dari seberang jalan –karena danau berada persis disamping jalan—sensasi hempasan ombak danau akan turut menguras rasa kagum anda. Cobalah tetap terjaga hingga dini hari, sekitar pukul 12 hingga 5 pagi. Bahkan untuk berjalan di jalan beraspal yang keringpun akan membuat kaki seakan mati rasa karena dinginnya. Pada jam itu, kenderaan tidak akan banyak berlalu lalang, karena pinggir danau bukanlah tempat istirahat yang bisa ditolak oleh pengendara-pengendara yang lewat. Tapi Jujur saja, tidur (dan melewatkan suasana malam yang sunyi di danau toba) bukanlah hal ingin anda lakukan ketika berada disana.

Kalaupun terlalu lelah hingga akhirnya terpaksa melewatkan pengalaman malam di Danau Toba untuk beristirahat, suasana pagi hari tidak kalah menjanjikannya. Hari-hari menjelajahi Danau Toba baru bermula disini. Untuk mereka yang matanya masih rabun terhalang kantuk, cobalah celupkan kaki di pinggir danau. Atau lebih-lebih jika berani mencoba menyelupkan tubuh di pinggir danau yang dangkal. Sekali lagi, saya jamin tidak akan ada kantuk yang tahan dengan magisnya air Toba ini.

Luas danau yang mencakup 1256 KM2 ini, memiliki pulau ditengahnya yang kaya akan peninggalan sejarah dan nuansa budaya Batak,yakni  Pulau Samosir. Untuk menjangkau pulau ini, kita bisa menggunakan perahu besar, ukuran sedang, bahkan perahu motor kecil yang bisa disewa dari penduduk sekitar.

Kapal kapal yang siap dalam segala sisi, untuk mengantarkan anda mengelilingi Danau Toba atau Mencapai Pulau Samosir

Soal kuliner, Danau ini tidak melulu menawarkan lauk untuk disantap. Walau ikan dari danau ini diolah sangat nikmat dengan bumbu berkarakter sumatera yang cenderung pedas dan nikmat.

Tempat makan dipinggiran Danau.

Sendiri atau membawa serta keluarga, entah itu orangtua atau istri dan anak atau kerabat anda ke Danau ini akan melengkapi Bathin sebagai manusia. Tidak berlebihan rasanya jika Danau Toba adalah ‘Tanah Suci’ bagi Traveller dan pengagum karya-karya sang pencipta. Karena sensasi keakraban (kekeluargaan) –dengan penduduk sekitar danau maupun keluarga—sembari  mengagumi salah satu berkah dunia –Danau Toba—tidak akan anda dapati dimanapun juga, dibelahan bumi lainnya.

Bangunan bangunan yang memudahkan kita untuk memandang Danau Toba (Toba Lake) secara lebih leluasa dan memuaskan. Hipnotis diri anda untuk bisa beranjak dari tempat ini, sebelum mengunjunginya

Danau Toba dimalam hari

Exploding Sensation of Sumateran Intimacy in Danau Toba

 

Nb:

Semua gambar adalah hak intelektual pemilik aslinya, bukan penulis (dalam hal ini pemilik blog). oleh karenanya, tautan asli (link) bisa anda dapatkan dengan meng’klik’ gambar tersebut. Kecuali gambar monyet (karena milik penulis)

Referensi lain terkait Danau Toba bisa dilihat di  Sumateraecotourism.com <http://www.sumatraecotourism.com/laketoba.html&gt;

Pengantar Hukum Internasional


Pengertian Hukum

Menurut L.J. Van Apeldoorn apa yang ditulis oleh Kant 150 tahun lalu: “Noch Suchen Die Juristen Eine Definition zu ihrem begriffe von recht” masih tetap berlaku.

Hukum memiliki banyak segi dan demikian luasnya sehingga tidak mungkin orang menyatakannya dalam satu rumus secara memuaskan.

Mochtar Kusumaatmadja

Keseluruhan asas dan kaidah yang mengatur pergaulan hidup manusia dalam masyarakat, juga meliputi lembaga (institusi) dan proses yang mewujudkan kaidah tersebut dalam masyarakat.

Aristoteles
Sesuatu yang berbeda dari sekedar mengatur dan mengekspresikan bentuk dari konstitusi dan hukum berfungsi untuk mengatur tingkah laku para hakim dan putusannya di pengadilan untuk menjatuhkan hukuman terhadap pelanggar.

Hugo de Grotius
Peraturan tentang tindakan moral yang menjamin keadilan pada peraturan hukum tentang kemerdekaan (law is rule of moral action obligation to that which is right).

Tujuan hukum menurut ahli

  • Prof. Mr. Dr. L.J. van Apeldoorn,
    Tujuan hukum adalah mengatur pergaulan hidup manusia secara damai. Hukum menghendaki perdamaian. Perdamain diantara manusia dipertahankan oleh hukum dengan melindungi kepentingan-kepentingan hukum manusia tertentu, kehormatan, kemerdekaan, jiwa, harta benda terhadap pihak yg merugikan.
  • Aristoteles
    Hukum mempunyai tugas yang suci yaitu memberi kepada setiap orang yang ia berhak menerimanya. Anggapan ini berdasarkan etika dan berpendapat bahwa hukum bertugas hanya membuat adanya keadilan saja.

 Pengertian HukumInternasional ?

J.G. STARKE mendefenisikan Hukum Internasional sebagai keseluruhan hukum yang untuk sebagian besar terdiri dari prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah perilaku yang terhadapnya negara-negara merasa dirinya terikat untuk menaati, dan karenanya, benar-benar ditaati secara umum dalam hubugan-hubungan mereka satu sama lain.

Kusumaatmadja (1999; 2) Mendefenisikan Hukum internasional sebagai keseluruhan kaidah-kaidah dan asas-asas hukum yang mengatur hubungan atau persoalan yang melintasi batas-batas negara, antara negara dengan negara dan negara dengan subjek hukum lain bukan negara atau subyek hukum bukan negara satu sama lain’’.

Tujuan Hukum Internasional menurut Starke?

Tujuan hukum internasional lebih  mengarah kepada upaya untuk menciptakan ketertiban dariapada sekedar menciptakan hubungan-hubungan internasional yang adil, akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya telah terbukti adanya suatu upaya untuk menjami secara obyektif, adanya keadilan diantara negara-negara.

Pengkuan?

Ada dua teori pokok mengenai hakikat, fungsi dan pengaruh pengakuan, yaitu:

  1. 1.       Teori Konstitutif

Menurut teori ini, hanya tindakan pengakuanlah yang menciptakan status kenegaraan atau yang melengkapi pemerintah baru dengan otoritasnya di lingkungan internasional

  1. 2.       Teori Deklaratoir atau Evidenter (declaratory atau Evidentiary Theory)

Menurut teori ini, status kenegaraan atau otoritas pemerintah baru telah ada sebelum adanya pengakuan dan status ini tidak bergantung pada pengakuan. Tindakan-tindakan pengkauan semata-mata hanya pengumuman resmi terhadap situasi fakta yang telah ada

Apakah Hukum Internasional benar-benar Hukum?

Satu teori yang telah memperoleh pengakuan luas adalah bahwa hukum internasional bukan hukum yang sebenarnya, melainkan suatu himpunan kaidah perilaku yang hanya mempunyai kekuatan moral semata.

Pendukung teori Ini adalah John Austin (1790-1859), seorang penulis Yurisprudensi atau Ilmu Penegtahuan  dan Filsafat Hukum berkebangsaan Inggris. Menurutnya Hukum harus berasal dari badan legislatif yang benar benar berdaulat untuk membuatnya. Secara logis, apabila kaidah-kaidah yang bersangkutan bukan berasal dari suatu ototritas yang berdaulat, maka kaidah-kaidah tersebut tidak dapat digolongkan sebagai kaidah Hukum.

Karena hingga saat ini kaidah-kaidah Hukum Internasional secara eksklusif bersifat kebiasaan, maka Austin menyimpulkan bahwa Hukum Internasional bukan hukum yang sebenarnya, melainkan hanya “moralitas internasional positif” (posistive international morality).

Jawaban terhadap pendapat Austin:

  1. Yurisprudensi jaman modern tidak memperhitungkan kekuatan teori umum tentang hukum dari Austin. Telah ditunjukkan bahkan pada beberapa kelompok masyarakat yang tidak mempunyai suatu otoritas legislatif formal, suatu sistem hukum telah berjalan dan ditaati, dan hukum tersebut tidak berbeda dalam hal kekuatan mengikatnya dari hukum suatu negara yang benar-benar mempunyai suatu otoritas legislatif.
  2. Pandangan Austin meski benar pada jamannya, namun tidak tepat bagi Hukum Internasional sekarang ini. Dalam abad sekarang banyak sekali “perundang-undangan internasional” terbentuk sebagai akibat dari traktat-traktat dan konvensi-konvensi yang membuat hukum, dan sejalan dengan perkembangn ini maka proporsi kaidah-kaidah kebiasaan hukum internasional semakin berkurang. Prosedur untuk merumuskan “perundang-undangan internasional” ini telah dipecahkan dengan cara penyelenggaraan konferensi-konferensi internasional atau melalui organ-organ internasional yang ada, meskipun tidak seefisien seperti prosedur legislatif pada suatu negara.
  3. c.        Persoalan-persoalan hukum internasioanl senantiasa diperlakukan sebagai persoalan-persoalan hukum oleh kalangan yang mengangani urusan internasional dalam berbagai kementrian Luar Negeri, atau melalui badan administratif internasional. Dengan perkataan lain, badan-badan otoritatif yang betnaggung jawab untuk memelihara hubungan-hubungan internasional  tidak menganggap hukum internasional hanya sebagai suatu himpunan peraturan moral semata-mata.

Dalam prakteknya negara-negara tertentu memang secara tegas memeperlakukan hukum internasional sebagai hukum biasa yang mengikat warg-warga mereka. Konstitusi AS misalnya,  traktat-traktat adalah “hukum negara tertinggi” (the supreme law of the land) pasal IV, ayat 2.

Sanksi Hukum Internasional?

Hukum Internasional memiliki sanksi yang bersifat koordinasi. Misalnya berupa sanksi administratif.

Contohnya adalah pelarang terbang bagi maskapai Indonesi ke Eropa oleh UNI EROPA pada saat maraknya terjadi kecelakaan pesawat di Indonesia  karena tidak mematuhi aturan standar keselamatan yang ditetapkan.

 

Traktat Sebagai sumber Hukum

Traktat-traktat ‘yang membuat hukum’ (law-making), Menciptakan kaidah-kaidah ayng berlaku secara universal dan umum.

Subjek Hukum Internasional adalah semua pihak atau entitas yang dapat dibebani oleh hak dan kewajiban yang diatur oleh Hukum Internasional. Hak dan kewajiban tersebut berasal dari semua ketentuan baik yang bersifat formal ataupun non-formal dari perjanjian internasional ataupun dari kebiasaan internasional (Istanto, Ibid: 16; Mauna, 2001:12).

Subyek Hukum Internasional dapat diartikan sebagai negara atau kesatuan-kesatuan bukan negara yang dalam keadaan tertentu memiliki kemampuan untuk  menjadi pendukung hak dan kewajiban berdasarkan Hukum Internasional.  Kemampuan untuk menjadi pendukung hak dan kewajiban ( Legal capacity) ini antara lain meliputi :

  1. Kemampuan untuk mengajukan klaim-klaim (How to make claims).
  2. Kemampuan untuk mengadakan dan membuat perjanjian-perjanjian (How to make agreements)
  3. Kemampuan untuk  mempertahankan hak miliknya serta memiliki kekebalan-kekebalam (To enjoy of privileges and immunities)

Soft Power melalui Diplomasi Budaya Dalam Praktik Hubungan Internasional


Pada tingkatan yang sangat umum, Power adalah kemampuan mempengaruhi perilaku seseorang sesuai yang diinginkan orang tersebut. Ada beberapa cara dalam mempengaruhi perilaku subjek lain:

  • Memaksa dengan Ancaman
  • Membujuknya dengan bayaran
  • Membuatnya tertarik atau bekerjasama dengan mereka

 

Hard power, sebagai lawan kontras dari Soft Power merupakan cara mempengaruh tindakan yang lain sesuai dengan keinginan yang menginginkannya dengan cara memaksa atau kekerasan. Kekerasan akan menimbulkan kekerasan yang lain sehingga hal ini akan menimbulkan konflik yang tak berujung. Untuk itulah dibutuhkan pendekatan lain terhadap kepentingan ini. Agar kedua pihak tidak ada yang merasa dirugikan, yakni Soft Power.

“Power”, Menururt Josep S. Nye, adalah “kemampuan dalam mempengaruhi perilaku yang lain”. Soft Power adalah kemampuan dalam menjadi “menarik”, sehingga bisa bekerjasama dengan yang lain. Sumber Daya utama dari Soft Power adalah kebijakan luar negeri, budaya dan nilai atau norma-norma.[1] Soft Power mempengaruhi sesorang secara tidak langsung tanpa disadari oleh subjek tersebut. Perdana menteri India, Mnmohan Singh berkomentar: “Pengaruh India telah melintasi asia melalui budaya, bahasa, agama, emikiran dan nilai-nilai, bukan melalui pertumpahan darah”[2]. Hal ini sudah menunjukan bahwa Soft-Power sangat selaras dengan pemikiran Studi Hubungan Internasional, yakni interkasi global yang tetap mengutamakan perdamaian sekalipun terdapat kepentingan-kepentingan yang berbeda.

Penyebaran Hinduism dan Budhism ke Asia Tenggara merupakan investasi emas India melalui Soft Power yang sudah terjadi pada abad pertama. Sekarang, seolah merupakan momentum bagi India untuk memanen keuntungan dari hal tersebut.

Seorang eksekutif yang cerdas mengetahui bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang bagaimana memerintah orang lain, tetapi juga memimpin dengan memberi contoh dan membuat orang lain tertarik untuk melakukannya.

Dengan mengkaji Soft Power Diplomasi Budaya ini, kita bisa mengetahui dan lebih menyadari pentingnya langkah pendekatan ini untuk dilakukan. Hubungan Internasional mengkaji hubungan antar negara dan sebisa mungkin menhindari terjadinya konflik, atau bahkan perang. Padahal, diantara negara-negara tersebut terdapat kepentingan-kepentingan yang berkaitan dengan negara lainnya. Yang mau tidak mau, ia harus melakukan interaksi dengan negara tersebut untuk mencapai keinginan dan kebutuhannya. Menurut perspektif Realis, Negara kuat bisa melakukan apa yang mereka pantas lakukan terhadap negara lemah. Namun hal ini tentu akan sangat rawan menimbukan konflik. Itulah yang berusaha dihindari oleh Studi Hubungan Internasional dan seluruh masyarakat dunia.

Tidak semua “Hard Power” segera mendatangkan apa yang dibutuhkan. Kadangkala Hard power yang tidak mampu membuat lawannya menururti apa yang diinginkan malah akan memperpanjang proses dalam mencapai kepentingan tersebut.

Untuk itulah sekarang ini lebih gencar dipeomosikan diplomasi melalui budaya, ini merupakan salah satu interaksi dengan menggunakan Soft Power. Seperti apa yang dikatakan Perdana Menteri  India, bahwa negaranya telah mempengaruhi asia bahkan dunia melalui budayanya. Masyarakat dunia melihat budaya India, dari berbagai fil nya yang melintasi batas negara. Atau seperti Jepang dengan Kimono, bahasa bahkan manga (komik jepang) yang bahkan melahirkan “Otaku”, yakni sebutan bagi orang-orang yang sangat ambisius dan tergila-gila dengan budaya dan kebiasaan jepang.

Ketika seseorang mengagumi bahkan tergila-gila dengan suatu budaya, ia bukan hanya akan mencari tahu tentangnya, tapi bahkan akan menyebarluaskannya, sehingga dikenal menjadi mode tersendiri bagi mereka. Budaya yang masuk akan dengan mudah mempengaruhi orang yang terobsesi tersebut.

Dr. Musni Umar, salah seorang anggota forum Eminet Person Group (EPG) mengatakan pentingnya pendekatan Soft-power setidaknya dilandasi lima alasan.

  1. Pendekatan kekerasan (Hard Power) tidak pernah bisa menyelesaikan suatu masalah, bahkan kekerasan cenderung memicu terjadinya kekerasan lain.
  2. Pendekatan Soft-Power lebih mudah dilakukan karena tidak ada yang tersinggung, dan tidak ada yang merasa disakiti dan merasa dikalahkan.
  3. Pendekatan Soft-power akan melahirkan persaudaraan sejati, yang sama-sama menenggang perasaan dan tidak saling menyakiti.
  4. Pasti memberi manfaat yang lebih besar daripada pendekatan Hard Power.
  5. Pendekatan Hard Power sebagai lawan daripada pendekatan Soft Power, dapat  memberi pelajaran pada kedua bangsa, bahwa tidak ada yang untung kalau terjadi konfrontasi.[3]

Soft Power telah menjadi salahs atu kuci dalam kepemimpinan. Kemampuan untuk membuat orang lain tertarik dan melakukan sesuai dengan apa yang kita inginkan tanpa harus secara langsung memintanya, subjek tersebut akan melakukannya kendati itu bukan keinginannya dan ia sesungguhnya tidak ingin lmelakukan hal yang demikian itu.

Soft Power Yang Dilancarkan Indonesia

Selama ini baik presiden maupun Menlu sering mengatakan bahwa kita memiliki beberapa asset yang bisa dipergunakan atau dimanfaatkan sebagai element dar Soft Power Indonesia. Yang pertama adalah Demokrasi, Kedua, Islam Moderat dan Ketiga, tingkat Pluralistik Indonesia yang sangat tinggi yang oleh karenanya di saat yang bersamaan dapat menonjolkan the Ideology Of Tolerans.[4]

Prosedur Demokrasi kita dianggap sebagai yang terbaik ketiga di dunia, walaupun belum melaksanakan Demokrasi sesuai nilai-nilai yang semestinya. Namun ini tetap menjadi panutan bagi negara lain untuk menjalankan pemerintahanDemokrasi yang lebih baik lagi.

Indonesia, melalui kementrian luar negeri dan institusi pendidikan telah melakukan beberapa langkah dalam melakukan diplomasi budaya tersebut.  Seperti yang pernah dikabarkan dalam Tabloid Diplomasi tahun 2009, “Duta Belia” melakukan Diplomasi Angklung. Universitas Padjadjaran, misalnya, pernah mengirimkan perwakilannya untuk membawakan tarian kebudayaan melalui kunjungan keluar negeri. Tiap-tiap kedutaan besar di luar negeri bahkan mengadakan kegiatan tahunan untuk melancarkan “serangan budaya” ini. Seperti yang dilaksanakan di belanda. Mereka, kedutaan besar RI untuk Belanda, mengadakan kegiatan “Pasar Malam” yang merupakan kebiasaan dari masyarakat Indonesia, juga tentunya pameran-pameran kebudayaan di luar negeri. Yang memperlihatkan tarian-tarian daerah serta hasil-hasil karya seni dari masing-masing daerah yang bahkan menjadi Ikon diluar negeri, seperti keris dan batik misalnya.

Pernah satu ketika saya menyaksikan sebuah tayangan dari MTV, yang memperlihatkan pahatan asli dari indonesia. Hal ini menunjukan bahwa pengaruh Indonesia telah sampai jauh ke belahan dunia lain sana. Hasil hasil karya seni buatan tradisional tersebut mungkin tidak sejelas pengaruh jepang terhadap “Otaku” nya, namun hal ini merupakan proses panjang dimana Indonesia sendiri memiliki berbagai ragam kebudayaan dan seni yang bisa dianggap sebagai “amunisi” negara dalam berperang kebudayaan.

Bukan hanya dikalangan akademis Universitas, bahkan di tingkat SMP dan SMA sudah ada putra putri bangsa yang dikirim untuk membawakan tarian maupun kesenian daerah lainnya ke luar negeri sebagai upaya mempromosikan budaya kita terhadap pihak asing. Melihat hal ini, budaya bahkan menjadi rebutan bagi banyak pihak, seperti kasus klaim malaysia terhadap beberapa kesenian milik Indonesia beberapa waktu lampau.

Promosi kebudayaan Indonesia bukan hanya dari pengiriman seniman daerah keluar negeri, tapi bahkan pramugarI di maskapai Indonesia sudah dibiasakan untuk berseragam Batik. Hal ini akan menjadi nilai tambah kita terhadap penumpang yang berasal dari luar Indonesia. Budaya merupakan karakter bangsa, sehingga jika berhasil menanamkan suatu kebudayaan kepada kebudayaan tertentu, hal ini akan memeudahkan untuk negara tersebut mempengaruhi dan memasuki negara tersebut, baik melalui sektor perdagangan maupun sektor-sektor lain yang potensial sesuai budayanya tersebut.

Jika Indonesia ingin mengikuti persaingan Soft Power ini, ia harus mencari nilai-nilai yang menarik terhadap pasar di Asia. Kita harus menggali lagi apa yang merupakan budaya kita.

Setidaknya dalam perang kebudayaan ini, tidak terjadi pertumpahan darah, tidak ada yang merasa dikalahkan dan kedua pihak mendapatkan apa yang menjadi kepentingannya.

 


[1] Siswo Pramono. 2011. Resources of Indonesian Soft Power Diplomacy. Jakarta: Jakarta Post. Diakses dari : http://www.thejakartapost.com/news/2010/06/28/resources-indonesian-soft-power-diplomacy.html. Pada 26 mei 2011, pukul 14:31 WIB.

[2] Siswo Pramono. 2011. Resources of Indonesian Soft Power Diplomacy. Jakarta: Jakarta Post. Mengutip dari : www.pmindia.nic.in. Dikases dari : http://www.thejakartapost.com/news/2010/06/28/resources-indonesian-soft-power-diplomacy.html. Pada 26 mei 2011, pukul 14:31 WIB.

[3] Suryanto. 2011. Indonesia-Malaysia Perlu Diplomasi Soft Power. (Antara News: Jakarta) diakses dari http://www.antaranews.com/news/248100/indonesia-malaysia-perlu-diplomasi-soft-power Pada 26 Mei 2011, Pukul 14:05

[4] Rizal Sukma. 2009. Tabloid Diplomasi : Soft Power Tidak Akan Berarti Jika Tidak Diimbangi Dengan Hard Power. Dikases Dari: http://www.tabloiddiplomasi.org/previous-isuue/46-september-2008/336-soft-power-tidak-akan-berarti-jika-tidak-diimbangi-dengan-hard-power.html. Pada tanggal 26 Mei 2011, Pukul 14:26 WIB.

Lokomotif Hitam: A tribute to malaikat hujan


Pagi

Memulai pagi baru tidak akan sesulit ini jika ia tidak terlalu sibuk membuka-buka buku tahunan sampai larut tadi malam. Alhasil ia lupa kalau Loki, VW Beetle keluaran 1953 yang dititahkan oleh kakeknya harus dimanipulasi dulu agar bisa melompat lagi dijalanan. Krisis waktu, Vino memilih menggantungkan harapan pada Damri, dari pada mood mobil kodoknya itu.

Hari ini, tepat dua tahun yang lalu adalah pertama kali Vino melihat Dannies. Dihari itu pula matanya mulai tertutup untuk pemilik keindahan lain di dunia. Sayangnya, mereka tidak pernah benar-benar bertemu lagi sejak berpisah di stadion waktu itu, kesibukan Vino menghadapi seleksi perguruan tinggi menghalangi niatnya untuk mencari Dannies. Lagipula, tidak ada cukup adrenalin dalam dirinya untuk sekedar bertemu dan berbicara. Sekarang, setelah dua tahun tanpa kabar, rasionalnya mulai menerima kalau Dannies mungkin bukan bagian dari skenario tuhan untuknya.

Weekend kedua dibulan Nopember, Vino berangkat lebih pagi. Ditahun keduanya ini, ia mulai berani mencari kesibukan diluar perkuliahan,  dimulai dengan menjadi panitia ospek untuk menyambut junior-junior baru dikampusnya. Vino yang satu ini harus bertindak sebagai senior yang tegas dan terkesan galak didepan calon-calon suksesornya itu.

Berminggu-minggu dihabiskannya berlatih memasang tampang sangar yang pantas disegani, sekantung permen disiapkannya jikalau suaranya keburu habis dikeluarkan. Lalu tibalah saatnya ia menghampiri junior-junior barunya yang terdiam kaku dengan karton didada bertuliskan nama mereka.

Suaranya masih lantang terdera di lapangan berisikan lebih dari seratus orang mahasiswa, sebelum menangkap sosok yang jelas dalam ingatannya, diantara makhluk makhluk yang sama lusuhnya dibawah matahari pagi. Mempertegas ingatannya, ia masuk kecelah-celah barisan itu, dilihatnya lebih dekat karton didadanya. Ya, Dannies Kara Kelsey. Pupil mata Vino seketika membesar, adrenalin memacu darah di Vena nya. Tapi Dannies yang tertunduk itu cuma bisa ketakutan melihat kaki Vino didepannya.

Kenapa dia baru muncul sebagai mahasiswa baru? Kemana dia menghilang? Kenapa ada pita Medis ganda di lengannya? Begitu banyak yang ingin ditanyakan didepannya saat itu, tapi satu huruf pun bisa keluar dari mulut Vino. Lagipula, wibawanya akan jatuh kedasar bumi kalau sampai ia berbicara atau sekedar menyapa Dannies dengan wajah aslinya.

Sepanjang hari itu, ia menguntit kegiatan yang dilakukan Dannies dan mahasiswa baru lainnya, walaupun bukan bagian dari tugasnya. Takdir pasti sudah berbicara, pikirnya. Setelah ospek yang hanya dua hari ini, akan ada banyak waktu tersisa untuk pertanyaan-pertanyaan hati nya.

Tugas sabtu itu selesai sudah, satu hari lagi tersisa untuk masa kerjanya yang sangat singkat. Tapi, sayangnya, ia belum bisa bertemu Dannies sehabis acara itu karena masih ada yang perlu dilakukannya sebagai panitia. Lebih Seratus dua puluh menit berlalu, Vino merasa dua jam itu sangat lama, pupus harapannya bertemu lagi untuk hari itu.

 

Pikirannya berada didimensi lain ketika ia berjalan menuju Halte, sebelum tersadar bahwa Damri yang ini adalah yang terakhir. Perjuangan sengit pun dijabaninya, hingga berhasil masuk ke bis terakhir yang sudah sesak itu dari pintu belakang. Vino mendapat jatah beberapa spasi untuk berdiri selama perjalanan. Tak sampai seratus meter berjalan, bis kembali berhenti memungut penumpang. Pak supir pasti kasihan melihat calon penumpang yang mulai dibasahi gerimis, pikirnya. Ternyata hanya satu orang, itu Dannies.

Entah kenapa, seketika Vino merasa udara disekitarnya semakin menekan. Dannies sedang mengeringkan butir-butir hujan dirambutnya dengan handuk kecil hingga kedua mata mereka bertemu. Tatapan canggung keduanya bertemu menembus sesak penumpang bis terakhir itu. Beberapa saat kemudian keduanya saling memalingkan pandangan sembari (pura-pura) sibuk dengan gadgetnya masing-masing.

Terlalu janggal rasanya kalau Vino memaksa menghampiri Dannies yang kebagian jatah berdiri di Pintu masuk depan, bahkan untuk sekedar menyapa dengan suara lantang didalam bis yang sudah cukup berisik dengan hujan deras senja itu.

Sejak memasuki Tol, Vino memalingkan pandangannya dari Dannies. Mungkin karena terlalu senang atau terlalu takut, perutnya mendadak mulas. Paling cepat butuh setengah jam hingga bis itu keluar dari Tol, ia berharap bisa menahan sakit perutnya dengan tidak memikirkan bahwa Dannies ada satu bis dengannya.  -____-

Hingga di perhentian terakhir, Vino baru memutuskan hendak menyapa Dannies, namun sayangnya, Dannies sudah lebih dulu turun di perhentian sebelumnya.

 

 

^_^

 

 

Hari kedua pun Vino terpaksa harus berburu Damri lagi, Loki itu memang mobil kodok, tapi paling susah diajak jalan-jalan kalo musim hujan begini. Semua orang selalu bilang, Loki itu kodok yang hibernasi dimusim hujan, jadi sebaiknya dibiarkan istirahat dirumah.

Pssst. Dannies, kamu apa kabar?

Vino muncul diantara mahasiswa baru yang berkumpul didepan kampus pagi itu. Karena ia harus berperan sebagai kakak kelas yang menyeramkan, Ia sengaja muncul dibalik Jacket Hoodie yang dulu dipinjamkannya pada Dannies.

“Eh, kak? Ba.. baik, Kak.” Jawab Dannies kaget.

Benar-benar bukan tanggapan yang diharapkannya.

“Ini aku, Vino. Kamu gak perlu panggil ‘Kak’ deh.”

“Vino?”

“Iya, yang nemenin kamu, badai dan angin waktu di Monumen Lokomotif uap dua tahun lalu, inget gak?”

(badai & angin): Nama dua anak kucing yang diselamatkan Dannies di Stasiun

“Monumen Lokomotif? ” Tanyanya bingung.

“Inget Hoodie ini ? Kita juga sempat nonton bola di Stadion waktu itu. Terus, Kamu… ”

Ucapannya terpotong ketika Dannies menyerahkan sebuah Handband putih yang diambil dari tas nya. Vino terperangah, ia bahkan hampir lupa pernah meminjamkan Handband itu di depan Monumen Lokomotif Uap.

“Jadi nama kamu Vino?”

“Woi Dannies! Ngumpul tuh!”  Teriak seseorang tidak begitu jauh dari mereka.

“Tuh Dan, dipanggilin. Yaudah, nanti sore habis acara ini, aku tunggu di Pondok gerbang lama yah”

“Siap bos!” kata Dannies lalu tersenyum.

 

Tiba lebih awal dari rekan-rekannya, Vino menyelinap ke Ruang medik untuk memeriksa catatan penyakit yang dimiliki Dannies.

“Als.. shemer. Alish.. meser.. “ eja-nya sambil mengusap-usap matanya.

Alzheimer!  Sela Imran, yang muncul tiba-tiba dibelakangnya.

“Vino.. Vino, IPK doang setinggi langit, baca istilah begitu sampe gagu, hahaha. Lagi nyari apa Vin?”

“Gak kok, gapapa. Haha, thanks ya” Katanya melengos pergi.

 

 

 

Hari terakhir Ospek mahasiswa baru ini harusnya bisa jadi awal dari hubungan baik mereka, andai saja Dannies datang sore itu, ditempat yang mereka sepakati sebelumnya. Kegigihan Vino, menahannya menunggu disana dari sore hingga pukul tujuh malam. Dari gerimis, lalu hujan hingga teduh kembali, Vino tidak berpindah dari tempatnya. Ia lalu teringat penyakit aneh yang diderita Dannies. Dannies pasti Collapse atau sangat sakit untuk datang kesini, pikirnya. Ia bergegas menghampiri Imran yang masih berada di Kampus malam itu juga.

“Ran, tadi lihat Dannies gak? Yang pita medisnya ganda itu.”

“Dannis Kara Kersley? Tadi sih udah pulang sama temen-temennya”

“Dia gak kenapa-napa kan?”

“Enggak. Hari ini dia normal kayak biasa. Emangnya ada apa? Naksir ya lo?”

“enggak kok, nggak kenapa-napa.” Sedikit kecewa menyelimuti hatinya, namun bahagia yang ia rasakan lebih besar karena Dannies tidak mengalami hal-hal buruk yang terpikirkan olehnya.

“Yakin?” dengan sorot mata tajamnya, Imran mengeluarkan secarik kertas.

“eh, eh? Itu apa?”

“Ambil nih. Bapak Introvert” sindirnya.

Ini alamat situs blog. Tapi kenapa? Tak habis ia bertanya.

Karena terlampau larut, Vino terpaksa menumpang bis antar kota untuk pulang kerumahnya. Lagi-lagi hujan, malam di sepanjang Nopember itu pasti akan selalu basah, pikirnya. Malam itu kantuknya belum terkumpul banyak, padahal tinggal hitungan detik menuju pergantian hari. Masih berbalut piyama, Vino memanaskan mesin Loki. Loki boleh saja VW tua bermesin butut, tapi Interiornya lebih nyaman dari sekedar mobil jadul manapun untuk diajak berjalan-jalan malam. Bisa ditebak kemana Loki mengarah, tidak berbeda dengan apa yang dipikirkan tuannya, Rumah Dannies. Sebagai panitia, cukup mudah baginya untuk sekedar mengumpulkan data Dannies.

Sama seperti pengecut-pengecut lainnya, ia memarkir ‘Limousin’ kodoknya diseberang jalan, dan memperhatikan rumahnya dari jauh, sambil menyeduh coklat panas. Selesai menafkahi hatinya, ia bergegas pulang untuk gantian menafkahi matanya, apalagi besok akan ada kuliah pagi menunggunya.

Kembali kekasurnya, matanya menangkap benda yang baru saja kembali padanya hari ini, Handband putih kesayangannya. Ia tidak percaya Handband yang ditinggalkan almarhum kakak perempuannya, begitu mudah ia pinjamkan ke orang yang sangat baru dikenalnya. Tak jauh dari Handband putih itu, terdapat kertas kecil bertuliskan alamat situs blog yang diberikan Imran. Penasaran hebat, ia memyalakan laptopnya, dan memasukkan alamat tersebut.

“A Tribute To Malaikat Hujan” nama blognya.

Matanya yang mulai sayu, kembali terbelalak. Blog itu, milik… Dannies. Vino memaksa matanya menelusuri tulisan-tulisan blog itu, semuanya berisi curhat Dannies kepada sosok yang disebut-sebutnya Malaikat Hujan. Hingga akhirnya ia sadar bahwa blog itu dibuat tepat pada hari pertama mereka bertemu. Lalu, muncul lah tulisan baru Dannies yang langsung menyita seluruh fokus dan kantuknya.

D.K Kersley